Jendela Ide Kids Percussion at 40th Erasmus Huis Celebration

Bertempat di Erasmus Huis Jl. H.R. Rasuna Said Kav.S-3 acara selebrasi ke 40 pusat kebudayaan Belanda itu diwarnai sejumlah acara musik, exhibition Exopolis, fashion show dan makan malam bersama. Rombongan Jendela Ide telah datang sekitar pukul 09.00 di venue untuk mempersiapkan konser malam ini yang membagi stage performance menjadi dua.

Acara dibuka secara resmi sekitar pukul 18.30 oleh perwakilan dari Erasmus Huis. Tanpa terduga penonton yang datang malam itu jumlahnya cukup banyak, hampir memenuhi seluruh tempat di Erasmus Huis. Setelah makan malam bersama, music performance diawali sebuah band bernama Mosselband yang semua personilnya sudah berumur. Penonton semakin padat ketika Hind, seorang penyanyi wanita berdarah Belanda-Maroko unjuk gigi di atas panggung. Bersama bandnya, Hind cukup menarik perhatian para penonton dengan musik yang groovy racikan RnB, Pop, Jazz, Fado disertai alunan  merdu suara Hind dengan sentuhan arabic.

Hingar bingar semakin terasa ketika Jendela Kids Percussion mengambil tempat di stage depan. Diawali dengan komposisi berjudul Piriwit, Kesemarakan bunyi alat pukul dari anak-anak yang ajaib itu berhasil menghipnotis para penonton dengan aksi mereka yang memukau dengan kostum putih-putih dan aksesoris yang eye catching. Sesekali terdengar alunan tarumpet sejenis alat tiup khas Sunda – mengiringi dentuman irama djembe yang membuat tubuh bergoyang. Aksi batlle dari dua penabuh djembe menambah riuh tepuk tangan dari penonton yang nampak asyik menikmati sajian musik yang sensasional tersebut.  Komposisi Katinggang berikutnya juga tidak kalah menaikkan gairah orang yang menyaksikan. Setelah tiga komposisi  dimainkan, Jendela Ide Kids Percussion sempat break dulu diselingi penampilan dari Hind lagi. Barulah sekitar pukul 21.00, irama Rampak Kendang dikawinkan dengan perkusi, dan tarumpet kembali menyeruak di stage depan menyusupi rasa penasaran para penonton yang kembali merapat  bersamaan. Sekali lagi apresiasi penonton sungguhlah luar biasa melihat kelihaian anak-anak itu bermain musik. Penampilan mereka diakhiri dengan parade menuju stage dalam dikomandani oleh drummer nan gelimang, Bintang sebagai penjaga irama hingga mencapai klimaks dalam komposisi terakhir berjudul Panganten.

Apresiasi yang luar dari para penonton Celebration Erasmus Huis ini mudah-mudahan memberikan kenangan yang mendalam dan tidak terlupakan dari rangkaian acara musik dan seni di salah  satu pusat kebudayaan yang rutin menggelar event setiap bulannya. Salute untuk Erasmus Huis, dua jempol juga untuk aksi indah Jendela Ide Kids Percussion! Mantab pisan barudak!!( Umbara)

About deadlylefty

I'm a man with a simple life in this complexity universe
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s